RUSA BAWEAN

Rusa Bawean adalah rusa endemik yang hanya bisa dijumpai di pulau Bawean. Diantara sekian banyak tempat wisata di pulau Bawean salah satunya yang cukup menarik anda bisa mencoba datang ke Tempat Penangkaran Rusa Bawean tepatnya di Desa Pudakit Barat Kecamatan Sangkapura Bawean. Sayangnya kondisinya sekarang terancam punah. Ini karena habitatnya berupa hutan lindung di tahun 1970an lalu diubah menjadi hutan produksi.

rusa bawean

Berbeda dengan rusa pada umumnya, tubuh Rusa Bawean lebih kecil. Mereka juga cenderung pemalu jika didekati dan menghindari kontak dengan manusia. Meskipun demikian karena tubuhnya yang mungil maka Rusa ini sangatlah lincah dan menjadi hewan pelari ulung. Karena terkenal akan kecepatan dan kelincahan dalam hal berlari maka Rusa Bawean dijadikan Simbol Asian Games 2018.

rusa bawean

Rusa Bawean

Menurut data monitoring dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur tahun 2016 menyebutkan populasi Rusa ini hanya tinggal 303 ekor. Hal ini menjadikan Rusa Bawean yang merupakan jenis rusa terisolasi di dunia menjadikan perhatian banyak kalangan. Mulai dari pemerintah, pemerhati satwa, akademisi hingga perguruan tinggi dari seluruh dunia ikut andil dalam melestarikan keberadaan Rusa ini.

Hewan endemik ini biasanya secara bergerombol menghabiskan hari di hutan, di lereng-lereng yang curam yang tidak bisa diakses oleh para penebang kayu jati. Meskipun pemalu di tempat penangkaran yang sering dikunjungi wisatawan ini pengunjung bisa mencoba berinteraksi dengan cara memberi makan rusa dengan rumput-rumputan yang sudah tersedia.

Rusa Bawean ini termasuk sangat istimewa di dunia. Karena spesifik sekali dan sangat sulit dikembang biakkan di tempat lain. Sehingga sangat berpotensi untuk dikembangkan.

Untuk menghindari kepunahan, Penangkaran terus digalakkan sejak tahun 2000 lalu. Termasuk perbaikan habitat rusa kembali menjadi hutan lindung agar Rusa Bawean ini keberadaannya kembali lestari.

Penangkaran Rusa Bawean

Tidak terkecuali putra daerah asli Bawean yang bernama Sudirman. Selama 15 tahun lamanya Sudirman sudah mengabdikan diri untuk merawat dan mengembang biakkan satwa yang bernama latin Axis kuhlii ini agar tidak punah dengan membuat Penangkaran Rusa Bawean dengan diberi nama Sudirman Bawean. Sudirman dibantu warga sekitar mencoba merawat hingga rusa melahirkan dan berkembang biak hingga 39 ekor dan dibuatkan penangkaran seluas sekitar 1 hektar di dekat habitat aslinya. Penangkaran ini dibuat sekitar tahun 2002. Berawal dari rusa yang turun gunung yang diselamatkan dan setelah 1 minggu beranak kemudian Sudirman mulai merasa terpanggil sebagai putra Bawean untuk menyelamatkan hewan endemik Bawean ini.

rusa bawean

Penelitian Rusa Bawean

Sementara itu Prof. Gono Semiadi guru besar Lempaga Ilmu Pengetahuan Ilndonesia (LIPI) yang juga peneliti Rusa Bawean mengatakan bahwa rusa ini sangat unik dan paling terisolasi di dunia. Keunikannya menjadikan daya tarik akademisi untuk melakukan penelitian dengan harapan bisa meningkatkan populasi hingga keberadaannya tidak punah.

Diharapkan selain sebagai pusat pelestarian, keberadaan Penangkaran ini bisa menjadi pusat pendidikan dan tempat wisata lantaran hamparan pegunungan yang mengelilingi pusat penangkaran yang patut untuk dikunjungi wisatawan.

Jika anda berminat untuk liburan wisata ke Pulau Bawean dan mengunjungi Penangkaran Rusa Bawean silahkan saja anda menghubungi kami. Kami akan memberikan Paket Wisata Pulau Bawean termasuk fasilitas mengunjungi penangkaran hewan yang langka ini.

Kami tunggu kedatangan anda di Pulau Bawean Tercinta.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "RUSA BAWEAN"

Posting Komentar